BAB Hal kedua yang penting dilakukan adalah palpasi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

 

 

 

2.1  Fraktur Tulang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Fraktur
tulang atau patah tulang adalah kondisi terputusnya kontinuitas jaringan tulang
dan/atau tulang rawan. Fraktur tulang terjadi jika tulang terkena stres yang
lebih besar dari yang dapat diabsorbsinya dan secara rudapaksa. Trauma yang
menyebabkan fraktur tulang dapat berupa trauma langsung dan trauma tidak
langsung (YW Fadliani, 2013).

Jenis
fraktur tulang berdasarkan bentuk patahannya dapat dibedakan menjadi fraktur
komplit dan inkomplit. Fraktur inkomplit meliputi sebagian retakan yang hanya
terjadi pada sebelah sisi tulang. Sedangkan fraktur komplit memiliki gambaran
berupa garis fraktur yang memotong seluruh tulang. Berdasarkan lokasinya,
frakur tulang dapat terjadi di area proksimal, medial, maupun distal tulang
(Mahartha, 2013).

 

2.1.1 Diagnosis Fraktur

Anamnesis
dan pemeriksaan fisik merupakan prosedur vital untuk menegakkan diagnosis fraktur
tulang. Anamnesis berguna untuk menggali riwayat trauma yang dapat menjelaskan
mekanisme fraktur, ada atau tidaknya kejadian fraktur sebelumnya, riwayat
pekerjaan, obat-obatan yang pernah dikonsumsi, dan kondisi sosial ekonomi dari
pasien (Mahartha, 2013).

Selain
itu, pemeriksaan fisik juga harus dilakukan dengan mengacu pada tiga hal
penting, yakni inspeksi adanya bengkak dan deformitas (angulasi, rotasi,
pemendekan, dan pemanjangan). Hal kedua yang penting dilakukan adalah palpasi
untuk menentukan derajat dan lokasi nyeri tekan dan krepitasi. Palpasi juga
berguna untuk menguji sensasi dan pulsasi bagian distal dari fraktur. Hal ini
mengingatkan
bahwa struktur di sekitar tulang terdiri dari struktur neuromuskulovaskular
(Mahartha,2013).

Pemeriksaan
kemampuan gerak menjadi poin penting ketiga untuk menilai apakah terdapat
keterbatasan gerak sendi yang berdekatan dengan lokasi fraktur (Mahartha,2013).
Selain itu, pemeriksaan pergerakan juga untuk menilai adanya false movement yang berupa pergerakan
antara dua sisi fragmen tulang yang patah dan hal ini menjadi ciri khas
fraktur.

Pemeriksaan fisik juga harus melingkupi vaskularitas
dari ekstremitas termasuk warna, suhu, perfusi, perabaan denyut nadi, capillary return (normalnya