1.1. fokus mengembangkan minat dan bakat yang mereka

1.1.           
Latarbelakang

Dewasa ini, kebanyakan sekolah milik swasta di Indonesia
menerapkan program full day school
kepada anak didiknya. Dimana siswa-siswi akan menghabiskan waktunya selama
delapan jam sehari dan mereka memiliki jadwal sekolah dari hari senin hingga
jumat, artinya dalam seminggu mereka telah menghabiskan empat puluh jam untuk
berada di sekolah. Saat ini, pemerintah telah merencanakan program yang sama
untuk diterapkan pada sekolah negeri dengan tujuan siswa bisa mencapai
ketuntasan dalam pembelajaran di kelas, sehingga tidak perlu lagi untuk
menyelesaikan tugas di rumah. Selain itu, full
day school juga bertujuan agar siswa-siswi dapat fokus mengembangkan minat
dan bakat yang mereka miliki setelah jam pelajaran usai, sehingga tidak ada
siswa yang berkeliaran setelah sekolah dipulangkan.   

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.2.           
Tujuan

Mengetahui pengaruh program full
day school terhadap kepribadian siswa.

 

1.3.        
Pertanyaan

Apakah penerapan waktu sekolah 8 jam sehari efektif dalam
membangun kepribadian siswa?

 

II.  Isi

Full day school berasal dari
bahasa Inggris, yaitu full artinya penuh, day artinya hari, sedangkan school
artinya sekolah (Echols dan Shadily, 1996: 259). Jadi pengertian dari full day school adalah jam sekolah yang
berlangsung sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari
pagi hingga sore. Dengan demikian, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran
dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan
pendalaman materi.

Sementar kepribadian menurut GW. Allport adalah suatu organisasi yang
dinamis dari sistem psikofisis individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran
individu secara khas.

Menurut Purwanto (2006) terdapat
faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain:

1.                 
Faktor Biologis. Faktor
biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau
seringkali pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan,
pernafasaan, peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat
badan, dan sebagainya.

2.                 
Faktor Sosial. Faktor
sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat. Selain itu hal hal yang
termasuk faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat istiadat,
peraturan-peraturan, bahasa, serta hal hal lain yang berlaku dimasyarakat itu.

Teori-teori di atas telah memaparkan
bahwa kepribadian sesorang dapat berubah seiring berjalannya waktu, karena
ternyata tidak hanya genetic, lingkungan sosial seseorang juga dapat
mempengaruhi kepribadiannya. Bisa jadi semakin lama jangka waktu seseorang
berinteraksi di lingkungan umum semakin berbeda pula kepribadian orang tersebut
dibandingkan dengan orang yang jarang berinteraksi dengan orang banyak.

Berbicara mengenai kepribadian,
tentunya akan bersangkutan dengan pembiacaraan mengenai sekolah. Dimana diketahui bahwa sekolah
merupakan salah satu lingkungan sosial dari siswa-siswi. Sekolah merupakan
salah satu tempat yang berkontribusi dalam pembentukan kepribadian siswa.

Saat
ini, pemerintah sedang mencanangkan sekolah dengan program full day school, sekolah ini tentunya berbeda dengan sekolah yang
tidak menggunakan program full day school,
karena program ini memudahkan siswa untuk berkembang, serta lebih mengutamakan
kreatifitasnya, sehingga semua siswa dituntut untuk mengemukakan pendapatnya
masing-masing di depan kelas. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap
kepribadian siswa, dimana mereka sebenarnya secara tidak langsung dipaksa untuk
berani berbicara didepan. Karena saat ini, kebanyakan pengajar lebih menekankan
kepada keberanian siswa mengungkapkan asumsinya dengan menomorduakan apakah
argumentasi siswa tersebut benar atau salah. Jika siswa sudah mulai berani
mengemukakan pendapatnya, tentu diyakini bahwa siswa tersebut kedepannya akan
berani mengemukakan pendapatnya di depan umum dengan rasa percaya diri. Hal ini
akan berbeda jika siswa sejak kecil tidak ditanamkan rasa percaya diri, siswa
tersebut akan diam dan tidak mengatakan apa yang ingin dikatakan karena takut
pendapatnya akan salah ataupun tidak diterima oleh orang lain.

Selain
dari sisi pendidikan di kelas, ada pula yang mempengaruhi kepribadian siswa di
sekolah, yakni teman-teman sebayanya. Semakin lama siswa tersebut berinteraksi
dengan temannya, ia akan semakin mengerti yang bagaimana seseorang harus
bertoleransi dan mau mengalah. Karena jika seseorang hanya berdiam diri di
rumah, orang tersebut tidak akan tau bagaiman sifat orang lain selain
keluarganya, sehingga akan terjadi penolakan dalam dirinya yang membuat dia
sulit untuk beradaptasi dengan orang lain.

III.  Penutup

Dari
beberapa konsep dan asumsi yang telah dipaparkan diatas, dapat diketahui dan
disimpulkan bahwa sekolah dengan program full
day school dapat mempengaruhi kepribadian siswa-siswinya, baik pengaruh
dari tenaga pengajar maupun dari teman-teman sebaya siswa, serta orang-orang
yang ia temui di luar lingkungan rumahnya.